Warga minoritas Yazidi dari Kota Sinjar melarikan diri dari kejaran ISIS ke perbatasan Suriah. (Reuters/Rodi Said)
Seorang gadis berusia 9 tahun dari kelompok minoritas Yazidi hamil setelah diperkosa oleh sejumlah anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, demikian dibeberkan pekerja kemanusiaan yang dikutip surat kabar Inggris.
Karena usianya yang masih belia dan kondisi fisiknya yang lemah, bocah malang itu berisiko akan meninggal saat melahirkan bayinya.
"Pelecehan yang dialaminya membuat dia trauma secara mental dan fisik," jelas Yousif Daoud, seorang pekerja kemanusiaan asal Kanada, "Meski dia melahirkan secara caesar, risikonya tetap besar."
Bocah yang namanya tak diungkap ke publik itu diperkosa oleh 10 lelaki berbeda. Ia adalah satu dari 200 warga Yazidi yang dibebaskan oleh ISIS pekan ini, setelah selama delapan bulan diculik.
Para pekerja kemanusiaan yang membantu warga Yazidi itu mengatakan banyak dari mereka yang malu bertemu dengan keluarga mereka lagi karena selama ditahan ISIS mereka telah dilecehkan dan disiksa.
"Yang sebelumnya sudah menikah mengatakan bahwa suami mereka tak mau mengakui mereka lagi. Jelas bayi-bayi mereka tak akan diterima oleh keluarg," kata Daoud.
Komunitas Yazidi mempraktekkan kepercayaan mereka sendiri dan dicap kafir oleh ISIS.
Ratusan warga Yazidi dibebaskan oleh ISIS pekan lalu di Provinsi Niniweh setelah digelar negosiasi antara kelompok Peshmerga Kurdi dengan sejumlah pemimpin suku setempat. Sebelumnya pada Januari lalu ISIS juga membebaskan 200 warga Yazidi yang berusia lanjut. (Al Arabiya)
Karena usianya yang masih belia dan kondisi fisiknya yang lemah, bocah malang itu berisiko akan meninggal saat melahirkan bayinya.
"Pelecehan yang dialaminya membuat dia trauma secara mental dan fisik," jelas Yousif Daoud, seorang pekerja kemanusiaan asal Kanada, "Meski dia melahirkan secara caesar, risikonya tetap besar."
Bocah yang namanya tak diungkap ke publik itu diperkosa oleh 10 lelaki berbeda. Ia adalah satu dari 200 warga Yazidi yang dibebaskan oleh ISIS pekan ini, setelah selama delapan bulan diculik.
Para pekerja kemanusiaan yang membantu warga Yazidi itu mengatakan banyak dari mereka yang malu bertemu dengan keluarga mereka lagi karena selama ditahan ISIS mereka telah dilecehkan dan disiksa.
"Yang sebelumnya sudah menikah mengatakan bahwa suami mereka tak mau mengakui mereka lagi. Jelas bayi-bayi mereka tak akan diterima oleh keluarg," kata Daoud.
Komunitas Yazidi mempraktekkan kepercayaan mereka sendiri dan dicap kafir oleh ISIS.
Ratusan warga Yazidi dibebaskan oleh ISIS pekan lalu di Provinsi Niniweh setelah digelar negosiasi antara kelompok Peshmerga Kurdi dengan sejumlah pemimpin suku setempat. Sebelumnya pada Januari lalu ISIS juga membebaskan 200 warga Yazidi yang berusia lanjut. (Al Arabiya)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat