Suara.com - Harta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti per 2 Mei 2014 mencapai Rp8,29 miliar dan 4.000 dolar Amerika.
Badrodin terakhir melaporkan hartanya saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala Polri seperti dikutip laman www.acch.kpk.go.id, Jumat (17/4/2015).
Harta Badrodin berupa tanah dan bangunan mencapai Rp4,377 miliar, yang terdiri dari tanah dan bangunan dan tanah di Depok, empat lokasi di Jakarta Selatan, empat lokasi di Bekasi, Semarang dan di Pandeglang.
Sedangkan harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp500 juta yang terdiri atas mobil merek Honda Accord dan Honda CR-V.
Badrodin masih memiliki harta bergerak berupa logam mulia dan batu mulia yang mencapai Rp763,99 juta.
Sedangkan surat berharga yang dimiliki Badrodin mencapai Rp2,215 miliar ditambah giro dan 4.000 dolar AS.
Namun utang Badrodin tercatat mencapai berjumlah Rp250 juta.
Badrodin sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada 2013-2014, Kapolda Jawa Timur (2010-2011), Kapolda Sumatera Utara (2009-2010) maupun Kapolda Banten (2004).
Dia diangkat menjadi Kapolri menggantikan Budi Gunawan yang pencalonannya dianulir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena sempat terjerrat kasus korupsi.
Kini status tersangka Budi Gunawan dicabut oleh hakim praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara