Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengklaim kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta tidak terganggu lantaran rekannya, Abraham Lunggana (Lulung) diperiksa dalam kasus korupsi uninterruptible power supply (UPS) di sekolah-sekolah tahun anggaran 2014.
Sampai saat ini, Lulung yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sudah 2 kali diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dalam kasus itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Hanura Fahmi Zulfikar juga diperiksa.
"Saya mengatakan bahwa situasi ini (sedikit terganggu), tapi bukan pemanggilan (Lulung dan Fahmi) sedikit banyak berpengaruh, tapi tidak terlampau mengganggulah, karena perogramnya jalan terus," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Politisi partai Gerindra itu mengatakan aktivitas sidang di DPRD DKI terus berlanjut. Hari ini saja akan berlangsung rapat Pansus Rumah Sakit Haji yang diserahkan pada Kementerian Agama.
Sementara itu, terkait hak menyatakan pendapat (HMP) sejauh ini masih belum dilakukan dewan. Walaupun DPRD DKI mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti melanggar Undang-undang dan etika prihal APBD 2015.
"HMP dalam politik perlu ada kesabaran, kan HMP haknya dewan pelaksanan hak itu tidak wajib secara konstitusional. Jadi perlu ada kesabaran meyakinakan orang karena HMP haknya individu, HMP itu kan berati pemkzulan," kata Taufik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor