Suara.com - Ketika dimintai tanggapan soal prostitusi di kalangan artis yang sekarang ditangani Polres Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan pelacuran sulit dihilangkan selama lapangan kerja masih sulit didapatkan.
"Ini kan dari zaman adam sudah ada prostitusi. Tinggal bagaimana mencegah dan menjadikan ini suatu tatanan yang tidak menganggu masalah secara publik," kata Fadli Zon di DPR, Senin (11/6/2015).
Lebih jauh, Fadli mengatakan untuk mencegah prostitusi yang dipromosikan melalui media online diperlukan revisi UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Rencananya, kata Fadli, revisi UU ITE akan dibahas pada masa sidang keempat 2015 DPR yang akan dibuka pada 18 Mei 2015.
"Mungkin dalam UU perlu ditambah masalah ini, terutama ITE yang akan direvisi. Jadi pencegahan dan penindakan dari aparat yang ada. Ini kan mungkin termasuk cyber crime, polisi harus tingkatkan kewaspadaan alert," kata dia.
Dalam kesaksian di Polres Jakarta Selatan, tersangka mucikari pelacur artis berinisial RA menyebut ada anggota dewan yang menjadi kliennya. Apa tanggapan Fadli Zon?
"Ini masalah pribadi. Bukan tugasnya sebagai anggota dewan. Lebih bagus itu ditangani secara personal. Tapi coba kita cek nanti, jangan berandai-andai," kata Fadli Zon.
Menurut Fadli masalah pribadi tidak bisa diteruskan ke Mahkamah Kehormatan Dewan, apalagi tanpa adanya laporan dari masyarakat.
"Selama ada laporan diproses, kalau gak ada laporan apa yang diproses. Kalau berdasarkan rumor susah," ujarnya.
Saat memberikan keterangan kepada polisi, RA juga mengatakan mempunyai 200 koleksi artis dan model yang bisa disewa, tarifnya rata-rata Rp80 juta sampai Rp200 juta.
Kasus pelacuran kelas atas ini terbongkar pada Jumat (8/5/2015). Petugas Polres Jakarta Selatan menangkap RA dan artis berinisial AA di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta Selatan. Harga
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat