Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla menyayangkan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya.
Ulil mengatakan, kedatangan Joko Widodo sangat penting untuk mengubah citra politik yang buruk antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.
Selain itu, Jokowi juga bisa berperan sebagai figur yang mampu menyatukan para mantan Presiden, terutama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.
"Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Presiden dalam Kongres ini. Kehadiran Presiden sangat penting bagi hubungan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat," ujar Ulil, Selasa (12/5/2015).
Meski tanpa kehadiran Presiden, Ulil yakin kongres akan berjalan lancar. Beberapa tokoh politik baik dari KMP dan KIH juga sudah diundang, meski belum ada konfirmasi resmi hadir atau tidak.
Sekedar informasi, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah memastikan ketidakhadirannya.
Jokowi saat ini sedang dalam perjalanan kenegaraan ke Papua Nugini, sementara Megawati sendiri mengutus Wasekjen DPP PDI Perjuangan Wasekjen Bidang Erico Sotarduga. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto