Suara.com - Partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim sebagai partai politik anak muda. Mulai dari ideologi, sampai menjalankan mesin parpor diklaim dengan cara anak muda.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie mengatakan komunikasi Dewan Pimpinan Pusat PSI dengan daerah berkomunikasi lewat aplikasi WhatsApp. WhatsApp juga digunakan saat rapat. Menurut Grace, ini sebagai cara baru menjankan roda partai dengan menggunakan teknologi.
"Kita besok mau rapat, mulai sekarang agenda sudah kami share lewat WhatsApp. Dan PAC-nya sudah ada. Besok sudah bisa kita diskusikan mana yang perlu diputuskan. Jadi rapatnya cepat, 2 sampai 3 jam. Orangnya sedikit, jadi koordinasi juga singkat. Semua perwkilan daerah kita mempunyai WhatsApp. Masa anak muda nggak pakai WhatsApp sih," kata Grace saat berbincang dengan suara.com belum lama ini.
Mantan prisenter berita itu mengklaim partainya dibangun dengan dana yang minim. Grace harus berputar orang agar dana yang dikeluarkan untuk menjalankan roda kepartaian tidak membengkak.
"Makanya kita sebagai anak muda selalu mengkritik partai politik yang lama itu salah satunya ada biaya yang tidak efisien. Karena itu juga politik dianggap mahal. Makanya ayo kita pikirkan bagaimana bisa efisiensi. Biaya ditekan serendah-rendahnya," jelas dia.
PSI didirikan oleh Grace Natalie dan Raja Juli Antoni. Saat ini Grace menjadi Ketum PSI dan Toni menjadi sekertaris Jenderal. Sejak tahun lalu Grace dan 9 pengurus pusat PSI sudah membuat perwakilan partainya di 500 Kabupaten. Partai ini akan diresmikan 2016 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali