Suara.com - Salah seorang warga Desa Pergung, Kabupaten Jembrana, Bali, baru-baru ini menemukan bayi laki-laki yang ditaruh di dalam kardus, di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk.
Informasi yang dihimpun pada Minggu (24/5/2015 menyebutkan, Made Midi, warga yang menemukan bayi tersebut pada Jumat (22/5) sore, sempat tidak melaporkan temuannya ini ke aparat desa maupun kepolisian.
"Bayi itu rencananya akan saya serahkan kepada anak saya untuk diadopsi. Tapi karena kondisinya lemah, tadi kami bawa ke RSU Negara," kata Midi, saat ditemui, Minggu (24/5).
Made mengatakan, kardus tersebut diletakkan di pinggir jalan raya tepat di depan rumahnya, yang terlihat olehnya saat hendak berangkat ke pasar. Menurutnya, saat dilihat, tali pusar bayi tersebut masih belum dipotong, dengan diletakkan dalam kardus bekas mie instan beralaskan kain putih.
"Saya panik melihat bayi tersebut, yang meskipun masih hidup, tidak menangis. Dia saya bawa pulang, lalu saya rawat serta mandikan," ujar Made.
Setelah itu, Made mengaku dirinya menghubungi anaknya Sayu Putu Widiati, yang datang bersama Made Suarnayasa suaminya, untuk mengambil bayi tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Ajun Komisaris Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, pihaknya saat ini masih menyelidiki temuan bayi tersebut.
"Warga yang menemukan, serta menantunya, sudah kami mintai keterangan. Sedangkan bayi yang ditemukan tersebut masih dalam perawatan intensif di RSU Negara," kata Gusti. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding
-
2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan
-
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan