Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Mohamad Taufik menantang mucikari pelacur artis menyebutkan identitas pejabat negara maupun anggota dewan yang menggunakan jasanya.
"Makanya gitu, kalau ngomong tuh yang jelas gitu lho. Anggota dewan, anggota dewan yang mana, tunjuk dong si A. Ya harus tunjuk aja, kenapa. Jangan cuma bilang anggota dewan, kita yang kena semua anggota dewan," kata Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).
Lalu dengan nada bercanda, Taufik kemudian berharap anggota dewan yang hobi memakai jasa pelacur juga mengajak Taufik.
"Iya payahnya kalau begitu nggak ngajak-ngajak," kata Taufik sambil tertawa.
Taufik mengatakan kalau ternyata memang ada anggota dewan yang terbukti memakai jasa pelacur, yang bersangkutan harus diperiksa oleh badan kehormatan dewan.
"Ya di BK ada, karena berkaitan dengan etika, bisa aja diberikan sanksi tapi kan kalau nggak ada bukti susah. Kalau BK memproses omongan doang tanpa bukti repot, bisa-bisa ada orang datang semua ngomong," kata Taufik.
Tapi, dia menduga kasus prostitusi artis hanyalah pengalihan isu.
"Saya ingin mengatakan untuk kasus ini merupakan pengalihan lah. Kalau mau dia sebutin dong. Jadi kalau ngomong pastiin dong siapa, jangan tanggung-tanggung," kata dia.
Berita Terkait
-
Siapa Artis Berinisial TB di Bali yang Pernah Dijual Mantan Muncikari Robby Abbas?
-
Robby Abbas Pernah Jual Artis Terkenal Senilai Rp400 Juta, Inisial TB dan Tinggal di Bali
-
Berstatus Saksi di Putusan MA, Tania Ayu Disebut Terlibat Prostitusi sejak 2017
-
3 Artis yang Dikira Bisa Temani Tidur, Pamela Safitri Ditawar Rp 500 Juta
-
6 Pose Tania Ayu Seksi Berbikini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung