Suara.com - Hujan deras mewarnai prosesi pemasangan tarup di rumah calon menantu Presiden Joko Widodo, Selvi Ananda, di Jalan Kutai Gang VII Nomor 1 Sumber, Solo, Selasa (9/6/2015) sore.
Tarup dipasang oleh tiga orang petugas di depan pintu masuk rumah yang dikontrak keluarga Selvi.
Tarup atau tenda merupakan tradisi pernikahan adat Jawa yang menandai dimulainya rangkaian acara pernikahan di kediaman calon pengantin perempuan.
Tarup merupakan rangkaian tumbuh-tumbuhan seperti daun kelapa, janur kuning, kelapa cengkir, tebu, dan pisang raja, yang semuanya memiliki simbol dan makna dalam filosofi Jawa.
Wakil Pengageng Sasana Wilapa Kasunanan Surakarta KPA Winarno di Solo menjelaskan secara umum seluruh rangkaian pernikahan dalam adat Jawa mengandung filosofi yang dalam.
"Menaikkan tarup, bapak mempelai wanita naik tangga dan ibu berikan anyaman blarak setelah turun pasang tuwukan pisang basah. Kemudian ada acara siraman untuk mempelai wanita di dalamnya ada rangkaian adat jualan dawet," katanya.
Dia menjelaskan, dalam sejarahnya Ki Ageng Tarub memasang tarup di pernikahan anaknya sebagai peneduh untuk para tamu yang hadir di pestanya.
Usai memasang tarup, rangkaian acara dilanjutkan dengan lamaran atautembungan yang dilakukan keluarga Presiden Joko Widodo ke keluarga Selvi.
Rencananya, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan keluarga besarnya akan mengantarkan Gibran melamar Selvi dengan berjalan kaki dari kediaman pribadinya.
Rumah pribadi Jokowi dan calon besannya berada dalam lingkup satu rukun warga dan berjarak kurang dari 200 meter. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah