Suara.com - Penyidik Polresta Denpasar Bali memeriksa ibu angkat Angeline (8), Maragaret Megawe (55), selama tujuh jam.
Pengacara Bernadin, mengungkapkan penyidik mencecar ibu angkat Angeline, bocah cilik korban pembunuhan dengan 15 pertanyaan.
"Kurang lebih ada 15 pertanyaan buat Margareta," ujarnya usai mengikuti berjalanya penyidikan di Mapolresta, Denpasar, Jumat (12/06/2015).
Dia menambahkan, pertanyaan yang diajukan oleh penyidik masih seputar dimana kenal tersangka Agus yang belakangan juga diduga melakukan kekerasan seksual kepada korban.
"Tidak ada pernyaataan yang berat masih ringan-ringan saja," jelasnya lagi.
Bernadin mengatakan, pertanyaan yang diajukan penyidik belum sampai pada keterkiatan dengan peristiwa pembunuhan.
"Pertanyaan yang diajukan pihak penyidikan belum mendalam, masih di luar-luar saja," katanya.
Bernadin sendiri mengaku belum ditunjuk secara resmi sebagai kuasa hukum Margaret meski sempat mendampingi selama pemeriksaan.
Seperti diberitakan, Margaret dan anaknya, Christin diperiksa untuk kedua kalinya terkait peristiwa pembunuhan terhadap Angeline yang sempat dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015.
Angeline ditemukan terkubur dalam sebuah lubang dekat kandang ayam. Kepolisian hingga kini baru menetapkan seorang tersangka. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang