Suara.com - Tersangka pembunuh Angeline (8), Agus mengatakan hingga saat ini, ia belum menerima bayaran sebesar Rp2 miliar yang dijanjikan majikannya Margareta yang juga ibu angkat korban. Dalam pengakuannya kepada Anggota Komisi III DPR, Akbar Faisal, Agus mengaku disuruh membunuh Angeline dan dijanjikan akan dibayar Rp2 miliar pada tanggal 25 Mei 2015 oleh Margareta.
"Iya saya disuruh dan belum dibayar," ujarnya singkat saat menjawab pertanyaan wartawan, saat akan dipindahkan ke ruang pemeriksaan Polresta Denpasar, Sabtu (13/06/2015).
Sementara Akbar Faisal membenarkan, uang tersebut hingga saat ini belum diterima oleh Agus.
"Uang itu katanya akan dibayar pada 25 Mei 2015 lalu, tapi sampai sekarang tersangka belum menerima upah itu,"jelasnya.
Saat ini, Polisi baru menetapkan Agus sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Angeline. Meski mendapat desakan untuk menahan ibu angkat Angeline, Polisi berkelit dengan alasan belum memiliki cukup bukti untuk menetapkan Margaret menjadi tersangka.
Namun demikian polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan anak pasangan dari Rosidik dan Hamidah ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Margareta melaporkan telah kehilangan anak angkatnya itu pada 16 Mei 2015 lalu. Namun Rabu (10/6/2015) lalu Angeline ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazahnya dikubur di halaman rumah Margareta di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar Bali. (Luh Wayanti)
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi