Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Bali mendatangi Polresta Denpasar untuk menyerahkan bukti baru yang terkait terbunuhnya Angeline (8). Mereka sudah menyerahkan sejumlah bukti baru termasuk foto orang yang diduga menjadi eksekutor pembunuh Angeline.
"Kami sudah menyerahkan foto dan sudah diterima oleh penyidik dan akan ditindaklanjuti," jelas Juru Bicara P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah di Mapolresta Denpasar, Sabtu (13/06/2015).
Dia mengaku tidak tahu persis nama laki-laki tersebut. Sebab, laki-laki tersebut belum pernah diperiksa sama sekali. Dia menduga orang itulah yang memperkenalkan dan mengajak Agus bekerja kepada Margaret, ibu angkat korban.
"Dia belum pernah diperiksa, tetapi dia selalu ada di TKP (tempat kejadian perkara). Hingga saat ini sekarang dia juga ada di sana memantau perkembangan," ujar Siti.
Siti menegaskan bahwa orang yang fotonya telah diserahkan itulah sesungguhnya pelaku eksekutor pembunuhan Angeline. Sementara Agus hanya diminta untuk menguburkan jenazah korban.
"Agus sudah mengaku kalau dia hanya disuruh mengubur saja itu pengakuan dia kepada saya. Sementara eksekutor pembunuhan Angeline ya manusia ini. Dia masih bebas, belum dimintai keterangan dan sampai hari ini selalu berada di TKP," jelasnya.
Dia sempat kecewa dengan pihak kepolisian karena dari awal sudah mengajukan orang tersebut juga diperiksa. (Luh Wayanti)
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan