Suara.com - Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe (Margaret) menolak dikonfrontir dengan salah satu saksi yaitu Susiani.
Rencananya konfrontir itu dijadwalkan pukul 13.00 Wita. Namun Susiani yang didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTPA) tiba di Ditserse Kriminal Umum Polda Bali baru masuk pukul 14.30 Wita, kemudian keluar satu jam kemudian yakni sekitar pukul 15.30 Wita.
Salah satu kuasa hukum P2TP2A Kota Denpasar Gede Sarapanmata mengatakan, bahwa acara konfrontir itu dibatalkan. Pasalnya Margaret tidak mau dikonfrontir dengan Susiani. Margaret menolak dikonfrontir dengan alasan tidak ada kuasa hukum yang mendampinginya.
"Margaret tidak mau dikonfrontir dengan saksi kita. Kuasa hukum Margaret juga sama tidak bersedia bahwa keterangan saksi dan tersangka dicocokkan," papar Sarapanmata, di Mapolda Bali, Denpasar, Sabtu (4/7/2015).
Dia menjelaskan, untuk saksi dari pihaknya telah siap bersedia untuk menjadi saksi.
"Saksi kami siap. Kapanpun bu Susi dipanggil dia siap keterangnya dicocokkan dengan tersangka-tersangka lainnya," ungkapnya.
Seperti diketahui bahwa Polda Bali ingin mengonfrontir keterangan Agus dengan Susi terkait saat Angeline menghilang.
Dia mengatakan, keterangan Agus akan dikonfrontir dengan Susiani. Dari pernyataan tersangka dia mengubur Angeline pada pukul 15.00 hingga 16.00 Wita. Sementara itu Susiani tiba di rumah tersebut pada pukul 17.00 Wita.
"Maka dari itu Polda Bali ingin menelaah keterangan Agus dan Susiani," pungkasnya. (Luh Wayanti)
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan