Bola / Bola Dunia
Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Pernyataan kontroversial disampaikan oleh pelatih FC Twente, John van den Brom mengenai masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pelatih John van den Brom menegaskan Mees Hilgers dipastikan tidak akan kembali memperkuat FC Twente.
  • John van den Brom menyatakan rasa kecewanya karena Hilgers mangkir dari klub meski masih memiliki kontrak aktif.
  • John van den Brom merupakan mantan gelandang produktif yang kini memiliki rekam jejak kepelatihan di berbagai klub Eropa.

Suara.com - Pernyataan kontroversial disampaikan oleh pelatih FC Twente, John van den Brom mengenai masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers.

John van den Brom menegaskan tidak melihat peluang kembalinya Mees Hilgers ke skuad FC Twente.

“Ini sangat mengecewakan. Saya sudah lama tidak melihatnya. Dia masih punya kontrak, tapi tidak datang,” ujarnya dinukil dari voetbalprimeur.

Ia menilai Hilgers adalah pemain yang tumbuh dari akademi klub dan memiliki ikatan kuat dengan FC Twente.

“Dia besar di sini, ini klubnya. Anda selalu berharap pemain pergi dengan cara yang baik. Saat ini, itu tidak terjadi,” lanjut Van den Brom.

Ketika ditanya kemungkinan rekonsiliasi, sang pelatih menjawab tegas.

“Apakah masih ada jalan kembali? Tidak. Saya rasa tidak. Saya tidak berharap dia kembali,” katanya.

Mees Hilgers dan FC Twente akan berdamai [Instagram]

Profil John van den Brom

Lahir di Amersfoort pada 4 Oktober 1966, Van den Brom dikenal sebagai gelandang produktif di masanya.

Baca Juga: Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang

Ia mencetak 107 gol dari 432 pertandingan, termasuk torehan impresif bersama Vitesse dengan 80 gol dalam 225 laga.

Kariernya sebagai pemain juga mencakup klub besar seperti Ajax dan pengalaman luar negeri bersama Istanbulspor.

Bersama Ajax, ia menjadi bagian dari era kejayaan klub meski tak tampil di final Liga Champions 1995.

Usai gantung sepatu pada 2003, Van den Brom langsung meniti karier sebagai pelatih.

Ia memulai dari level bawah hingga akhirnya menembus kompetisi elite Eropa.

Namanya melejit saat menangani RSC Anderlecht di Belgia.

Load More