Suara.com - Empat dari lima jenazah korban kebakaran yang diduga dipicu ledakan gas untuk mengisi botol parfum di PT. Mandom Indonesia, kawasan Industri MM2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tiba di rumah sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2015) sekitar pukul 13.30 WIB. Sedangkan satu korban tewas dibawa ke RSUD Bekasi.
"Ya semua ke sini sudah dalam keadaan meninggal. Kalau yang luka mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk ditangani secepatnya," kata kepala Humas RS Polri Kris kepada Suara.com.
Ketika ditanya mengenai jenis kelamin para korban, Kris belum bisa memastikannya karena belum diidentifikasi petugas.
"Kalau jenis kelamin kita belum tahu. Semua korban ini kan baru datang, jadi belum kita identifikasi," katanya.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menjenguk korban luka bakar yang dirawat di Rumah Sakit Hermina Tambun, Kabupaten Bekasi.
"Total korban tewas dalam insiden kebakaran mencapai lima orang dan 46 di antaranya menderita luka bakar," katanya.
Tito mendatangi RS. Hermina di Perumahan Gran Wisata, Tambun, didampingi Wakil Bupati Bekasi Rohim Mintareja dan sejumlah personel Polresta Bekasi.
Menurut dia, korban tewas dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk keperluan autopsi.
"Korban luka yang dirawat di Hermina jumlahnya sebanyak 38 orang, sementara sisanya dirawat ke sejumlah rumah sakit rujukan," katanya.
Dikatakan Tito, sebanyak 21 korban diketahui menderita luka bakar serius hingga di atas 70 persen dan saat ini kondisinya tengah sekarat.
"Korban dengan luka serius akan kita bantu evakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK