Suara.com - Anak buah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Rizal Abdullah, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp54.700.899.000.
Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Sumatera tersebut diduga ikut menikmati aliran dana pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI tahun 2010-2011 sebesar Rp359 juta dan 4,468 dolar AS.
"Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sejumlah Rp54 miliar," kata salah satu jaksa penuntut umum KPK, Surya Nelli, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).
Jaksa menyebut Rizal kompak korupsi bersama dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran pada Kemenpora tahun 2010 Wafid Muharam, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Sekretariat Kemenpora sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Deddy Kusdinar.
Kemudian juga anggota panitia pelelangan pengadaan barang dan jasa kegiatan pembangunan Wisma Atlet M. Arifin, Direktur Utama PT. Duta Graha Indah Dudung Purwadi, dan Direktur Operasional PT. DGI Karman Hadi. PT. DGI merupakan perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin.
Jaksa mendakwa Rizal sebagai Komite Pembangunan Wisma Atlet Sumatera Selatan mempengaruhi panitia pengadaan barang dan jasa untuk mengusulkan PT. DGI sebagai pemenang lelang.
"Terdakwa kemudian menetapkannya, mempengaruhi panitia pengadaan barang dan jasa untuk membuat harga perkiraan sendiri berdasarkan Rencana Anggaran Biaya yang dibuat oleh PT. DGI yang kemudian mengesahkannya dan menerima hadiah berupa uang tunai sejumlah Rp350 juta serta berbagai fasilitas dari PT. DGI," kata jaksa.
Fasilitas dari DGI yang diterima Rizal berupa pembayaran Golf Fee Riverside Club Bogor sejumlah Rp6 juta, akomodasi menginap di Hotel Santika Jakarta sebesar Rp3,7 juta, tiket pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Sidney-Jakarta atas nama terdakwa, istri terdakwa, dan dua anaknya, sejumlah 3,3 dolar AS dan akomodasi Hotel Sheraton on Park Sidney sejumlah 1,168 dolar AS.
Sejumlah nama yang turut menikmati aliran dana segar tersebut, disebutkan, Musni Wijaya, K. M. Aminuddin, Irhamni, Amir Fasol, Fazadi Afdanie, M. Arifin, Sahupi, Anwar, Rusmadi, Sudarto, Hery Meita, Darmayanti, Nazarudin, dan PT. DGI.
Rizal diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam