Sebanyak seratus pengungsi asal Bangladesh yang selama ini ditampung di kantor bekas Imigrasi Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kembali dideportasi ke negara asalnya.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe Albert Djalius di Lhokseumawe, Rabu mengatakan, mereka bisa dipulangkan, karena dokumen keimigrasiannya sudah lengkap setelah terdampar di Aceh sejak awal Mei 2015.
Seratus orang Bangladesh itu diberangkatkan dua gelombang penerbangan pada Selasa (4/8/2015) dan Rabu (5/8/2015) melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara.
Dengan dipulangkannya 100 orang tersebut, maka hingga saat ini total sudah 150 imigran gelap asal Bangladesh yang telah dideportasi. Disebutkan, saat ini masih ada 71 orang yang berada di penampungan. Mereka menunggu data kependudukan yang jelas dari Kedubes Bangladesh untuk Indonesia di Jakarta.
"Diperkirakan pertengahan Agustus 2015 seluruh imigran Bangladesh selesai dideportasi," kata Albert.
Pemulangan imigran gelap itu dibantu oleh pihak International Organization For Migration (IOM) yang selama ini mengurus segala akomodasi yang diperlukan.
"Pemulangan imigran asal Banglades tersebut akan terus dilakukan secara bertahap, sambil menunggu dokumen mereka," ujar Albert. (Antara)
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki