Suara.com - Kepolisian menyelidiki puluhan tempat penggemukan sapi (feedloter) yang diduga menjadi penyebab langka dan mahalnya daging di pasaran.
Satu di antaranya telah digerebek, yakni milik PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS) --yang terletak di Jalan Kampung Kelor no 33 Kecamatan Sepatan, Tangerang, Banten, Rabu (12/8/2015).
"Ada 41 Feedloter yang tengah kami teliti," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Rabu (13/8/2015) malam.
Badrodin menuturkan, dari ribuan sapi, ratusan di antaranya diduga sengaja disimpan feedloter dan tidak dipotong. Itulah yang diduga mengakibatkan kelangkaan daging sapi di pasaran.
"Kami mencurigai sapi yang siap potong sengaja disimpan dan tidak dipotong," ujarnya.
Kini, Kepolisian tengah mendalami pelanggaran hukum yang diduga dilakukan feedloter. Sehingga bisa segera dilakukan penindakan dan menimbukan efek jera.
"Ini sedang kami pelajari apakah ada pelanggaran hukum atau tidak, itu tergantung hasil penelitian," terangnya.
Lebih lanjut Badrodin mengatakan bawa pengusutan kasus ini bukan atas laporan Kementerian Pertanian. Tetapi dari penelitian Kepolisian berdasarkan penyajian data Kementerian Pertanian terkait dugaan penyimpangan sejumlah perusahaan distributor daging sapi.
Sebelumnya diberitakan bahwa polisi penggeledahan di dua lokasi feedloter. Pertama di PT BPS di jalan Kampung Kelor no 33 Kecamatan Sepatan, Tangerang. Kedua, di PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) di Jalan Tanjung Burung, Desa Kandang Genteng no 33 Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, pada Rabu malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan