Suara.com - Hamas, organisasi Palestina yang berkuasa atas Jalur Gaza, mengklaim telah berhasil menangkap seekor lumba-lumba yang dipakai militer Israel sebagai perangkat pengintaian.
Mengutip laporan dari beberapa media Israel, The Washington Post menyebut bahwa lumba-lumba yang tertangkap oleh Hamas tersebut memiliki alat intai di tubuhnya.
Belum diketahui apakah lumba-lumba yang tertangkap Hamas itu benar-benar bekerja untuk badan intelijen Israel Mossad atau bukan. Hingga berita ini diturunkan, Israel belum pula memberikan konfirmasi.
Ini bukan kali pertamanya hewan dimanfaatkan dalam operasi pegintaian. Lansiran Washington Post, Angkatan Laut Amerika Serikat juga diketahui memiliki lumba-lumba serta singa laut yang dilatih khusus untuk melakukan operasi semacam itu.
Bukan cuma Amerika Serikat. Ukraina juga diketahui memiliki lumba-lumba tempur. Mereka meminta lumba-lumba tersebut dikembalikan Rusia setelah negara tersebut menganeksasi Krimea pada tahun 2014.
Sebelumnya, Mesir pernah pula menuding Israel mengirimkan hiu-hiu yang sudah dilatih untuk menyerang turis di pantai Sinai dengan tujuan menghancurkan sektor pariwisata negara tersebut.
Berita Terkait
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Kapal Global Sumud Flotilla Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak Tentara Israel!
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam,1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi