Suara.com - Tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KOK) mengaku calon pimpinan KPK yang distaabilo merah oleh pihak Badan Reserse Kriminal(Bareskrim) tidak hanya satu.
Berhubung salah satunya sudah ditetapkan sebagai terasangka oleh, maka catatan tersebut bakal dijadikan pertimbangan yang serius dalam penggodokan delapan nama capim KPK yang akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo.
"Ya memang ada beberapa nama Capim yang bercatatan merah yang masuk ke kami dan akan jadi pertimbangan kami," kata Ketua Pansel KPK Destry Damayanti saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2015) malam.
Destry nggan membocorkan siapa saja capim KPK yang mendapat catatan merah itu. Namun, dia memastikan hanya jumlah dari Capim KPK yang punya catatan buruk tersebut di bawah lima orang. Karenanya dia menegaskan bahwa, capim yang bermasalah tak akan diloloskan oleh Pansel.
"Nggak banyaklah, di bawah lima. Kan di aturan disebut, kalau bermasalah, jadi tersangka, pasti dia nggak akan diterima," tutupnya.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, salah satu capim KPK telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka baru dilakukan beberapa hari lalu.
Namun, Budi tidak mau memberi tahu siapa calon yang sudah jadi tersangka dan kasus apa yang menimpanya. Yang pasti, kata dia, hal ini sudah disampaikan ke Pansel KPK.Dia juga tak bisa memastikan, apakah sang tersangka berada di 19 calon yang tersisa di seleksi wawancara tahap akhir seleksi capim KPK ini. Namun, orang ini berada penelusuran 48 capim pada tahap sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pansel Harus Hati-hati, DPR Siap Sikat Capim KPK Tersangka
-
Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Diminta Segera Temui Kabareskrim
-
Pansel Pastikan Tak Loloskan Satu Capim KPK yang Jadi Tersangka
-
Komisi III DPR Desak Bareskrim Umumkan Nama Capim KPK Tersangka
-
Pansel KPK Jangan Sekali-sekali Abaikan Masukan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
Terkini
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya
-
Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan
-
Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri
-
Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan
-
Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng
-
Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan
-
Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!
-
Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!