Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak berkomentar banyak soal pertemuan pimpinan DPR dengan kandidat capres dari Partai Republik AS Donald Trump. Dia malah mengajak wartawan untuk mampir melihat pengakuannya soal modus kunjungan kerja DPR ke luar negeri.
"Aduh, jangan tanya saya. Kamu baca aja di website (laman internet) saya, tulisan saya tentang kunjungan DPR," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2015).
Menurut penelusuran suara.com di ahok.org ada tulisan Ahok bertajuk "Satu Tahun Ber-DPR" yang dimuat pada 2 Maret 2011. Dalam tulisan tersebut membeberkan pengalamannya bagaimana politisi yang ada di DPR memanfaatkan kunjungan kerja ke luar negeri.
Ahok menceritakan pengalaman kunjungan kerjanya ke Maroko pada akhir September 2010. Ketika itu Ahok menjadi anggota delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR dan Parlemen Maroko. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menggunakan paspor dinas berwarna biru.
"Yang membuat saya gundah, rupanya dalam perjalanan itu juga ada acara ke Spanyol," kata Ahok dalam sebuah diskusi tahun 2011 lalu.
Dia merasa perjalanan ke Spanyol tersebut bukan lagi bagian dari agenda kerja sama bilateral. Sebab, ada tim lain yang ditugaskan kunjungan kerja ke negeri matador itu.
Tim yang terdiri atas enam anggota DPR tersebut akhirnya berangkat pada 24 September 2010. Semua acara, lanjut dia, seharusnya sudah selesai pada 27 September 2010 sore. Namun, anggota rombongan yang lain nekat ingin ke Spanyol.
"Cuma sampai 29 September, dibuat seolah-olah masih di Maroko kegiatannya dan ditulis pukul 13.20 berangkat dari Casablanca (lokasi bandara internasional Maroko) menuju Jakarta," kata Ahok di websitenya.
Satu hal yang membuatnya tambah marah karena anggota rombongan yang jalan-jalan ke Spanyol tetap menerima tambahan uang saku perjalanan.
Di Maroko, setiap anggota mendapat 200 dolar AS setiap hari, termasuk hotel. Untuk Spanyol, jatahnya menjadi dua kali lipat, yakni 400 dolar AS per hari.
Berbeda dengan anggota lain, Ahok memutuskan untuk tetap pulang ke Indonesia pada 28 September. Meski di Maroko selama lima hari, dia hanya mau menerima uang saku selama empat hari.
Sebelumnya, dia juga sempat ditawari menerima uang saku penuh selama tujuh hari, meski tidak ikut jalan-jalan ke Spanyol. Namun, Ahok tetap untuk menolaknya dan memutuskan kembali ke tanah air.
"Itu yang paling terkenal tuh kunjungan ke Maroko. Saya tulis betul itu bagaimana nyolong waktu, nyolong duit, lari ke Spanyol bawa uang dobel. Itu namanya juga krjasama antar parlemen dengan Maroko, (tapi) kok jalannya ke Spanyol, hubungannya apa," kata Ahok.
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru