Suara.com - Turnamen tenis grand slam AS Terbuka kembali memakan korban unggulan atas, terutama di nomor tunggal putra. Berbeda dengan unggulan ke-2 Roger Federer yang mampu terus melaju ke perempat final, unggulan ke-3 Andy Murray akhirnya harus kandas.
Dalam pertandingan perdelapan final menghadapi lawan bertubuh besar, Senin (7/9/2015) waktu setempat, Federer ternyata mampu memaksimalkan pengalamannya untuk meraih kemenangan. Petenis berusia 34 tahun asal Swiss itu sukses menaklukkan John Isner (AS) dengan skor 7-6(0), 7-6(6) dan 7-5, dalam waktu dua jam 39 menit.
Hal berbeda harus dialami Murray yang menghadapi unggulan ke-15 asal Afrika Selatan, Kevin Anderson, pada hari yang sama. Di laga yang benar-benar menyulitkan ini, petenis Inggris Raya tersebut justru harus menyerah kalah dengan skor 6(5)-7, 3-6, 7(2)-6 dan 6(0)-7.
"Itu jelas suatu kehilangan yang mengecewakan," ungkap Murray yang harus rela capaian 18 perempat final grand slam berturut-turutnya terhenti. "Itu hasil kerja bertahun-tahun yang harus dibangun dengan konsistensi," ujarnya.
"Tentunya juga, harus kalah dalam pertandingan seperti itu, yang berlangsung lebih dari empat jam, meski sebelumnya juga harus sudah menghadapi beberapa pertandingan berat, jelas sebuah kehilangan yang terasa berat," sambungnya.
Berikut hasil beberapa pertandingan babak 16 Besar AS Terbuka, pada Senin (7/9) :
Tunggal putra:
2-Roger Federer (Swiss) vs 13-John Isner (AS) 7-6(0) 7-6(6) 7-5
5-Stanislas Wawrinka (Swiss) vs Donald Young (AS) 6-4 1-6 6-3 6-4
12-Richard Gasquet (Prancis) vs 6-Tomas Berdych (Ceko) 2-6 6-3 6-4 6-1
15-Kevin Anderson (Afsel) vs 3-Andy Murray (Inggris Raya) 7-6(5) 6-3 6-7(2) 7-6(0)
Tunggal putri:
5-Petra Kvitova (Ceko) vs Johanna Konta (Inggris Raya) 7-5 6-3
26-Flavia Pennetta (Italia) vs 22-Samantha Stosur (Australia) 6-4 6-4
2-Simona Halep (Rumania) vs 24-Sabine Lisicki (Jerman) 6-7(6) 7-5 6-2
20-Victoria Azarenka (Belarus) vs Varvara Lepchenko (AS) 6-3 6-4
[Reuters/Infostrada]
Berita Terkait
-
Menanti Duel Dua Generasi di Wimbledon 2026, Sanggupkah Novak Djokovic Redam Jannik Sinner?
-
3 Rekomendasi Sepatu Tenis Lokal Berkualitas, Tangguh dan Anti Licin Mulai Rp300 Ribuan
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Aryna Sabalenka Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Olahraga Versi TIME
-
Bukan Cuma Olahraga, Tenis Kini Jadi Cara Baru Habiskan Waktu Berkualitas Favorit Pasangan Urban
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon