Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang calon pelaku bom bunuh diri sebelum menjalankan aksinya, beredar di dunia maya. Dalam video tersebut, si calon pelaku serangan bom bunuh diri asal Uzbekistan menangis saat akan berangkat melakukan misinya.
Si pemuda, yang diduga berusia sekitar 20an tahun diketahui bernama Jafar al-Tayyar. Ia merupakan anggota Front al-Nusra, kelompok pemberontak di Suriah yang berafiliasi dengan teroris Al Qaeda.
Lansiran Radio Liberty, serangan yang hendak dilakukan Jafar ditujukan pada kota Fua, yang terletak di Provinsi Idlib, Suriah. Pada video tersebut, Jafar terlihat stres dan menangis. Ia dipeluk oleh rekan-rekannya sebelum berangkat melakukan aksi.
Jafar pun duduk di dalam sebuah kendaraan lapis baja sarat bahan peledak. Kepada Jafar, teman-temannya mengatakan,"Jafar, saudaraku, jangan takut. Ketika kau takut, ingatlah akan Tuhan".
"Saya cuma khawatir saya gagal," jawabnya.
Jafar pun pergi dengan kendaraan lapis baja tersebut. Video tersebut kemudian menampilkan ledakan di kejauhan yang berasal dari kendaraan Jafar.
The Times melaporkan, lebih dari 200 roket dilontarkan ke arah Fua. Jafar tak sendiri pula, ada lima pengebom bunuh diri lain yang melakukan aksi serupa. (Independent)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Untuk Pertama Kalinya Sekolah di New York Libur di Hari Idul Adha
Diejek Polisi Karena HIV, Shalandra Diberi Hadiah 400 Juta
Remaja Kekar Terobsesi The Rock Tewas Karena Pembuluh Darah Bocor
Berita Terkait
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Rusia Tangkap Empat Remaja Rencanakan Serangan Bom Bunuh Diri
-
Cerita Paus Fransiskus Pernah Jadi Target Bom Bunuh Diri di Irak: Seorang Wanita Dipenuhi Bahan Peledak!
-
Serangan Bom Bunuh Diri Sasar Pasukan Gabungan Irak-Kurd, Tiga Perwira Tewas
-
Bom Meledak di Stasiun Kereta Pakistan, Lebih dari 20 Warga Tewas, 50 Lainnya Luka-luka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT