Suara.com - Anggota tim patroli Kepolisian Sektor Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mendapati sebanyak empat remaja yang sedang asyik menghirup lem adhesive merk Aibon.
"Empat remaja tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Muntok untuk didata, dimintai keterangan dan diserahkan kepada orang tua masing-masing," ujar Kapolres Bangka Barat melalui Kepala Unit Shabara Polsek Muntok, Brigadir Pilza Andiawan, Rabu.
Ia mengatakan, penangkapan terhadap empat remaja tersebut berawal ketika tim patroli yang dipimpinnya melaksanakan patroli pengamanan rutin di seputaran Kota Muntok, pada Senin (28/9/2015) sekitar pukul 23.45 WIB.
"Begitu memasuki wilayah Kampung Argen, Belolaut, tim patroli menemukan empat orang tersebut sedang mengisap lem Aibon di salah satu rumah kosong," kata dia.
Selanjutnya empat remaja tersebut dibawa ke Mapolsek Muntok guna mendapatkan bimbingan dan arahan dari polisi.
"Mereka kami berikan pemahaman bahaya mengisap lem adhesive yang akan merusak organ tubuh manusia," kata dia.
Setelah memberikan pembinaan, katanya, polisi kemudian memanggil orang tua dari masing-masing remaja tersebut ke Mapolsek agar mengetahui tingkah laku anak-anak mereka.
"Kami menekankan agar para orang tua lebih ketat memberikan perhatian dan mendidik anak-anak mereka dengan baik dan tidak terjerumus dalam hal-hal negatif yang bisa merusak diri sendiri," kata dia.
Kemudian keempat remaja tersebut diwajibkan untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa yang diketahui orang tua masing-masing.
"Jika mengulangi perbuatannya kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata dia. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla