Suara.com - Tim satuan tugas kepolisian mengindikasikan saksi berpotensi pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap bocah dalam kardus Putri Nur Fauziah (9), Agus (49) pernah menghamili gadis remaja.
"Dari informasi anak-anak di sekitar tetangga korban (PNF) diduga ada gadis di bawah usia berinisial Y yang dihamili A," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta, Jumat (9/10/2015).
Krishna mengatakan, penyidik kepolisian mendapatkan informasi itu berdasarkan keterangan dari 13 anak terdiri atas tiga anak perempuan dan 10 anak lelaki yang bertetanggaan dengan tersangka dan Putri
Putri dan tersangka Agus menetap bertetanggaan di daerah Kalideres Jakarta Barat.
Dari keterangan beberapa anak, Krishna mengungkapkan, Agus menghamili Y namun kandungannya digugurkan.
BACA JUGA:
Polisi Ungkap Kondisi Mengerikan yang Dialami Bocah Dalam Kardus
"Saat ini kami sedang mencari Y," tutur Krishna.
Saat ini penyidik menetapkan tersangka dengan dugaan kekerasan seksual terhadap gadis remaja berinisial T (15) yang juga tetangga Putri.
Kepada penyidik, T mengaku pernah mendapatkan pelecehan seksual yang dilakukan A pada Juni 2015.
Perbuatan tidak senonoh Agus terhadap T juga diketahui 12 orang saksi lainnya.
Penyidik juga masih memastikan uji DNA dengan memeriksakan ke salah satu rumah sakit di Singapura, serta mencari alat bukti lainnya.
Identifikasi ini untuk memastikan kecocokan dengan barang bukti kaos kaki milik Putri. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Bentuk Geng, Tersangka Pencabulan Ajari Bocah Isap Ganja
Cerita Soal Kaos Kaki Pengungkap Kasus Bocah Dalam Kardus
WNI Diculik di Arab Saudi, Kemenlu: Ini Bukan Penculikan Biasa
Sebelum Bunuh Diri, Mantan Pacar Jim Carrey Tulis Wasiat Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha