Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR siap memproses bila ada temuan dugaan pelanggaran etika yang terjadi dari informasi perselingkuhan Anggota Komisi VIII Fraksi PKB Arzetti Bilbina.
"MKD bisa memproses masalah yang diadukan, atau yang tersiar di publik, kalau ada pelanggaran etika, MKD bisa memproses untuk dimintai klarifikasi," kata Anggota MKD Guntur dihubungi, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Guntur mengaku belum tahu informasi ini. Namun, dia juga menunggu perkembangan selanjutnya dari kebenaran informasi ini.
"Tapi saya belum denger. Kita menunggu perkembangan lebih lanjut," kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Arzetti membantah adanya informasi perselingkuhan ini. Dia mengatakan, hubungannya dengan suaminya pun saat ini masih harmonis.
"Ini aku lagi sama suami. Alhamdulilah, kami berdua baik-baik saja," kata Arzeti.
Sebelumnya tersebar kabar, Arzeti bertemu dengan laki-laki berinisial R di dalam kamar. Keduanya digerebek, ditangkap dan dibawa di Ma Denpom Divif 2.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan