Suara.com - Otoritas Mesir mengklaim bahwa pihaknya tidak menemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan ISIS dalam jatuhnya pesawat Metrojet Rusia yang menewaskan 224 penumpang dan krunya bulan Oktober lalu.
Klaim ini bertentangan dengan laporan penyidik Rusia dan Inggris yang menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh akibat bom yang diselundupkan ke dalam pesawat atas campur tangan ISIS.
Sebuah laporan awal Mesir atas insiden yang terjadi pada tanggal 31 Oktober lalu menyebut bahwa, penyidik kementerian penerbangan sipil Mesir tidak menemukan bukti campur tangan teroris dalam insiden tersebut.
Pesawat yang dioperasikan maskapai Metrojet itu hilang kontak 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju Saint Petersburg, Rusia.
Laporan ini bertentangan dengan laporan Rusia yang meyakini bahwa pesawat itu jatuh karena aksi terorisme. Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah menuntut balas kepada siapapun yang menjadi dalang serangan.
Padahal, awalnya Mesir mengklaim telah 90 persen yakin bahwa suara yang terekam dalam kotak hitam pesawat merupakan suara bom. Hal itu sejalan dengan klaim ISIS yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
ISIS, lewat majalah propagandanya, memuat sebuah gambar bom yang mereka klaim digunakan untuk meledakkan pesawat. Bom tersebut merupakan bom rakitan sederhana. (Independent)
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat