Suara.com - Anggota Polda Metro Jaya membekuk pembobol kartu kredit berinisial GP (29) berdasarkan laporan dari sejumlah bank besar dan terkenal.
"Kejadian dimulai sejak hingga Desember 2015," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal di Jakarta, Jumat (18/12) tengah malam.
Iqbal mengatakan polisi menerima Laporan Polisi Nomor : LP/5287/XII/2015/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 10 Desember 2015 atas nama Manager Kartu Kredit PT BCA Tbk.
Selain itu, sejumlah bank seperti BNI, Danamon, Bank Mandiri, ANZ, BRI dan UOB menjadi korban pembobolan tersangka GP di Jalan Jenderal Sudirman Kav 21 Jakarta Selatan.
Tersangka GP yang berprofesi sebagai marketing kartu kredit pada beberapa bank, diungkapkan Iqbal membobol kartu kredit bank dengan modus mencuri data nasabah.
"Tersangka dapat mencuri data nasabah karena bekerja sebagai marketing kartu kredit pada sejumlah bank," ujar Iqbal.
Usai mencuri data, tersangka mengganti nomor telepon selular nasabah pada aplikasi kartu kredit dengan nomor telepon seluler yang disediakan GP yang tersambung ke telepon seluler korban.
Selanjutnya, GP berbelanja online menggunakan kartu kredit nasabah bank dengan keuntungan sekitar Rp100 juta.
Tersangka dipersangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. (Antara)
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123