Presiden Joko Widodo, Menteri ESDM, Sudirman Said, dan Direktur PT LEN Industri, Abraham Mose, meninjau fasilitas PLTS di Oelpuah, Kupang, NTT, Minggu (27/12) [Antara].
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjamin keamanan Presiden Joko Widodo selama kunjungan kerja ke Papua.
"Sudah kami siapkan dan sudah dikoordinasikan dengan Panglima TNI," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Badrodin menambahkan, saat ini, Presiden sedang dalam perjalanan menuju Merauke. Setelah itu akan melanjutkan perjalanan ke Wamena, kemudian ke Sorong, lalu ke Raja Ampat (Papua Barat).
Polri dan TNI, kata Badrodin, sudah siaga penuh di Tanah Papua.
"Sudah kami siapkan dan sudah dikoordinasikan dengan Panglima TNI," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Badrodin menambahkan, saat ini, Presiden sedang dalam perjalanan menuju Merauke. Setelah itu akan melanjutkan perjalanan ke Wamena, kemudian ke Sorong, lalu ke Raja Ampat (Papua Barat).
Polri dan TNI, kata Badrodin, sudah siaga penuh di Tanah Papua.
"Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk memperketat pengamanan di Wamena," ujarnya.
Kasus penyerangan terhadap kantor Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, beberapa waktu lalu, katanya, tak mengancam keselamatan Jokowi.
"Kalau pengaman Presiden itu sudah ada SOP-nya, TNI berapa batalion, Polri berapa pasukan itu sudah ada. Artinya tidak semua wilayah Papua dikunjungi Presiden," katanya.
"Kalau pengaman Presiden itu sudah ada SOP-nya, TNI berapa batalion, Polri berapa pasukan itu sudah ada. Artinya tidak semua wilayah Papua dikunjungi Presiden," katanya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China