Suara.com - Jenazah Rais Karna (38), office boy Bank Bangkok yang menjadi korban serangan bom Thamrin, Minggu (17/1/2016) akan diambil pihak keluarga untuk dimakamkan di Citayam, Bogor Jawa Barat.
Rais meninggal dunia setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan jika korban mengalami luka tembak di bagian kepala tepatnya pada pelipis mata sebelah kiri.
"Pada hari Sabtu (16/1/2016) pukul 21.21 WIB, Rais Karna meninggal dunia. Ia mengalami luka tembak di kepala plipis sebelah kiri," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (17/1/2016).
Menurut Iqbal, hari ini pihak keluarga rencananya akan membawa jenazah Rais ke Citayam, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat untuk disemayamkan.
"Rencananya jenazah akan dibawa keluarga ke Jl Kampung Aplered 66 Vosis Rt 03/12 Citayam Bojonggede Bogor. Penanggung jawab keluarga, Wahyu," kata Iqbal
Selain Rais, dua warga sipil lain yang juga meninggal akibat serangan bom dan penembakan Sarinah adalah Rico Hermawan dan seorang warga asing asal Kanada, Amel Quali Taher.
Kedua korban tewas di tempat setelah terkena bom yang meledak di pos polisi Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Selain itu, serangan di Sarinah juga melukai 24 orang lainnya.
Di sisi lain, lima orang yang diduga pelaku serangan juga tewas setelah melakukan aksinya. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa serangan tersebut didalangi oleh anggota kelompok bersenjata ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim, yang kini berada di Suriah.
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara