- Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX membentuk panitia khusus pada 9 Maret 1961 untuk menyatukan organisasi kepanduan.
- Soekarno menerbitkan Keppres Nomor 238 Tahun 1961 agar kegiatan pendidikan pemuda berada dalam wadah tunggal Gerakan Pramuka.
- Prijono, A. Aziz Saleh, dan Achadi turut membantu menyusun anggaran dasar serta dasar pembentukan organisasi kepanduan nasional.
Suara.com - Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus sebagai momentum untuk mengenang perjalanan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Gerakan Pramuka memiliki sejarah yang panjang karena kegiatan kepanduan telah berkembang di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.
Pada awal perkembangannya, terdapat berbagai organisasi kepanduan yang berdiri secara terpisah sehingga dibutuhkan upaya untuk menyatukannya dalam satu wadah nasional.
Sejumlah tokoh kemudian mengambil peran dalam proses tersebut dan menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Gerakan Pramuka.
1. Soekarno
Presiden Soekarno menjadi salah satu tokoh penting dalam pembentukan Gerakan Pramuka Indonesia.
Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodihardjo sebagai anak dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Namanya kemudian diubah menjadi Soekarno karena saat kecil ia sering mengalami sakit.
Dalam sejarah Pramuka, Soekarno berperan mendorong penyatuan berbagai organisasi kepanduan yang ada di Indonesia.
Bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka pada 9 Maret 1961.
Baca Juga: 6 Makna Lambang Tunas Kelapa dalam Pramuka
Panitia tersebut beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Prijono, A. Aziz Saleh, dan Achadi.
Mereka kemudian menyusun Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang menjadi bagian dari proses pembentukan organisasi kepanduan nasional.
Soekarno selanjutnya menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Melalui keputusan tersebut, kegiatan pendidikan kepanduan bagi pemuda diarahkan berada dalam wadah Gerakan Pramuka.
2. Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan salah satu tokoh yang sangat penting dalam sejarah Gerakan Pramuka Indonesia.
Keterlibatannya dalam kepanduan telah dimulai sejak masih muda sehingga ia memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam dunia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram