Suara.com - Jenazah Rico Hermawan (21), salah satu korban tewas akibat bom Thamrin Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016) dimakamkan di Dukuh Jayan, Desa Senting, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Jenazah Rico tiba di rumah duka Dukuh Jayan Senting Boyolali sekitar pukul 05.20 WIB, dan disambut oleh keluarga, sanak saudara, kerabat, dan tetangga korban yang sudah menunggu sejak Sabtu (16/1/2016) malam.
Setibanya di rumah duka, jenazah Rico langsung dibawa ke masjid desa setempat yang berada di depan rumah korban untuk disalatkan. Setelah disalatkan, langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah duka.
Ratusan pelayat, termasuk Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono hadir di rumah duka.
Rico merupakan warga sipil yang menjadi korban teror bom oleh jaringan teroris di Pos Polisi Thamrin Jakarta, Kamis (14/1/2016) siang. Menurut Sigit Mulyono Putro (45), paman korban, sejak kecil Rico ikut bersama orang tuanya, Joko Mulyanto dan Jumini, ke Jakarta. Keluarga Rico ini berdomisili di daerah Condet, Jakarta.
"Saya berharap pemerintah segera menangkap otak teror bom di Jakarta," kata Sigit. (Antara)
Berita Terkait
-
Korban Bom Gereja Makassar Peluk Keluarga Pelaku Terorisme: "Kami Memaafkan"
-
Umar Patek Minta Maaf Kepada Keluarga Korban Bom Bali
-
Sosok Aipda Sofyan Didu, Polisi yang Gugur Karena Ledakan Bom Bunuh Diri Astana Anyar
-
Aiptu Sofyan Gugur Akibat Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Sang Istri Terkulai Lemas di Kursi Roda
-
Ini Identitas Anggota Polisi yang Jadi Korban Meninggal Dunia Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara