Suara.com - Kepala Bidang Dokter Polisi Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Komisaris Besar Anton Castilani mengatakan jenazah empat terduga teror bom di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, belum bisa dibawa pulang keluarga karena masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan.
"Masih dalam proses penyelidikan," kata Anton.
Salah satu terduga bernama M. Ali. Walaupun keluarga DNA keluarga Ali sudah cocok dengan DNA jenazah, rumah sakit belum bisa mengeluarkan jenazah karena belum dapat izin dari Polri.
"Masih menunggu izin dari tim detasemen khusus karena masih diperlukan untuk proses penyidikan," kata Anton.
Siang tadi, keluarga Ali datang ke RS Polri dengan maksud untuk mengambil jenazah. Istri dan empat anak Ali datang dengan didampingi Tim Pembela Muslim.
"Kami dampingi keluarga datang ke sini bersama istri dan anak anaknya," kata Abu Umar, anggota Tim Pembela Muslim.
"Pihak keluarga memang minta untuk segera dikeluarkan jenazah, memang dari pihak rumah sakit ini prosesnya belum selesai," Abu menambahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026
-
Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026
-
Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program
-
Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati