Suara.com - Es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna Salihin (27) di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016) itu, dipastikan mengandung racun sianida seberat hampir tiga gram. Racun inilah yang merenggut nyawa pengusaha itu.
Informasi tersebut disampaikan lagi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016).
"Intinya dari semalam kami sudah yakin bahwa racun sianida itu ada di dalam kopi jumlahnya sekitar kurang lebih sekitar tiga gram di dalam kopi," kata Krishna.
Krishna menjelaskan kadar kandungan siandia dalam es kopi Vietnam didapat penelitian serta hasil rekonstruksi pembuatan kopi di kafe Olivier, Selasa (19/1/2016) kemarin.
Hasil penelitian tersebut kini menjadi salah bukti penting untuk mengungkap kasus kematian Mirna. Saat ini, polisi tinggal menunggu data forensik Puslabfor Mabes Polri yang nantinya akan dicocokkan dengan bukti-bukti yang telah dikantongi penyidik.
"Kami sudah cukup lumayan alat buktinya tinggal yang pro justitia yang resmi untuk gelar perkara dan belum turun dari labfor kalau sudah selesai, kami gelar perkara jadi kami butuh waktu," kata Krishna.
"Jadi itu petunjuk yang ada di-BAP karena keraguan sudah dijawab dengan diulang lagi, olah TKP memang harus berulang ulang," Krishna menambahkan.
Selain menggelar rekonstruksi pembuatan kopi, penyidik juga telah memeriksa beberapa saksi di kafe.
"Ya dari GI (Kafe Olivier, Grand Indonesia) ada hasil yang signifikan kami membawa lagi saksi saksi yang diperiksa, nanti kita cari persesuaian antara keterangan satu dan yang lain, nanti kita analisa kita coba kembangkan nanti kita analisa kita coba kembangkan," kata dia.
Menjelang kematian, Mirna ketemuan dengan dua temannya, Jessica Kumala Wongso (27) dan Hani, di kafe Olivier. Kemarin, Hani dan Jessica sudah diperiksa penyidik. Penyidik bahkan sampai memeriksa Jessica berkali-kali, terakhir, kemarin, dia diperiksa sekitar delapan jam. Rencananya, penyidik akan kembali minta keterangan Jessica sebagai saksi.
Saat ini Jessica sudah mendapatkan pendampingan pengacara, Yudi Wibowo Sukinto. Yudi meragukan kalau di dalam kopi yang diminum Mirna mengandung sianida. Itu sebabnya, polisi diminta membuat penelitian pembanding untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?