- KPK melakukan OTT di Jakarta, mengamankan 17 orang dan berbagai barang bukti uang asing serta logam mulia.
- Operasi senyap ini diduga berkaitan dengan kegiatan impor dan melibatkan pihak swasta serta mantan pejabat Bea Cukai.
- Setelah ekspose, KPK telah menetapkan status hukum pihak yang diamankan dalam waktu 24 jam pasca penangkapan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai dengan mata uang rupiah dan asing hingga logam mulia pada operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta.
Lembaga antirasuah diketahui mengamankan 17 orang dalam operasi senyap di kantor Ditjen Bea Cukai Jakarta ini.
Adapun barang bukti yang diamankan meliputi uang dalam Rupiah, Dolar Amerika Serikat, Dolar Singapura, Yen Jepang, dan logam mulia.
“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai dalam mata uang rupiah, dan beberapa mata uang asing seperti USD, SGD, dan JPY serta dalam bentuk logam mulia,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Saat ini, KPK sudah menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan. Artinya, KPK telah menetapkan tersangka.
“KPK telah melakukan ekspose dan menetapkan status hukum kepada para pihak yang diamankan dalam satu kali dua puluh empat jam,” ujar Budi.
Namun, Budi belum mengungkapkan jumlah orang yang dijadikan tersangka maupun identitas mereka.
Sebelumnya, KPK mengungkapkan salah satu pihak yang diamankan pada OTT kali ini ialah mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai.
Budi menjelaskan bahwa OTT ini berkaitan dengan kegiatan impor yang melibatkan pihak swasta.
Baca Juga: 6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, KPK mengamankan sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan juga di Lampung," kata Budi, Rabu (4/2/2026).
Berita Terkait
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Mengulas The Psychology of Money: Pelajaran yang Jarang Diajarkan di Sekolah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung