Suara.com - Hasil tes pramusim MotoGP hari pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, Senin (1/2/2016) lalu, tak membuat Valentino puas. Jauh lebih dari itu, pembalap tim Movistar Yamaha ini justru waswas.
Kekhawatiran ini khususnya ditujukan kepada performa rekan setimnya dan juga salah satu rival utamanya, Jorge Lorenzo, yang di hari pertama tes pramusim lalu menjadi pembalap tercepat.
Meski menempati urutan kedua dalam tes tersebut, namun Rossi menilai jarak waktu yang terpaut 1,033 detik dari Lorenzo yang mencatatkan waktu tercepat 2 menit 0,684 detik sangatlah besar.
Juara dunia sembilan kali itu pun menegaskan masih terus bereksperimen dengan tunggangan Yamaha YZR-M1-nya. Dia berharap dalam seminggu ini bisa memperkecil jarak waktunya dengan Lorenzo.
"Jarak dengan Lorenzo terlalu besar. Tapi, harus diakui dia lebih kuat dari pembalap lainnya. Alhasil, dia memiliki ritme yang lebih baik," tutur Rossi seperti dikutip dari The Checkered Flag, Selasa (2/1/2016).
"Di sisi lain, hasil yang saya dapat memang tidak begitu buruk dan kami masih terus bereksperimen dengan motor ini. Saya cukup puas dengan sistem elektronik (di YZR-M1) yang mulai bekerja dengan baik," sambungnya.
Musim lalu Rossi gagal mewujudkan ambisinya meraih juara dunia kesepuluhnya. Kegagalan itu menyusul insiden "tendangan" ke Marc Marquez di tikungan ke-14 lap ketujuh di GP Malaysia, 25 Oktober 2015, yang membuat pembalap Repsol Honda itu terjatuh.
Alhasil, Rossi pun dijatuhi hukuman start dari belakang di seri pamungkas di GP Valencia, 8 November 2015. Sanksi ini menyusul penalti tiga poin yang didapat Rossi dari penyelenggara MotoGP.
Dalam aturannya, setiap pembalap yang mendapat penalti tiga poin, maka harus start dari belakang pada seri berikutnya. (The Checkered Flag)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI