Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membutuhkan masukan terkait perkembangan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang sekarang mendapat kritik tajam.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada tiga dokumen proyek, yakni Amdal, rencana kelola lingkungan, dan rencana pemantauan lingkungan.
"Kalau ada masukan lagi akan kami buka waktu satu bulan, terhitung sejak 20 Januari. Hal ini karena ramai (kritikan publik), makanya dibuka satu bulan," kata Siti di kantor Presiden Joko Widodo, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Izin pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikeluarkan pada 20 Januari 2016.
"Di situlah makanya keluar ijin-nya, kalau dokumen diperbaiki kan memang setiap saat diperbaiki. Kalau teknologinya berkembang nanti ada teknologi yang lebih canggih, maka kami pakai yang lebih canggih. Jadi sebetulnya tidak ada persoalan pada izin lingkungannya, kan yang dipersoalkan itu izin apa-apanya yang bukan domain saya," kata dia.
Menurut Siti selama ini masyarakat sudah menerima proyek pembangunan tersebut.
"Sejauh ini saya belum mendapat laporan, yang waktu mereka [PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)] sosialisasi pada 21-22-23 Desember itu tidak ada catatannya, masyarakat menerima dengan baik," kata Siti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan