Ketua KPK Agus Rahardjo [suara.com/Oke Atmaja]
Sampai malam ini, KPK belum menahan Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, meski statusnya sudah jadi tersangka kasus dugaan penyuapan terkait pembahasan Raperda Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara serta revisi Perda Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta.
"Kami sangat mengharapkan yang bersangkutan untuk kooperatif, segeralah menyerahkan diri supaya langkah hukum berikutnya bisa kita lakukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (1/4/2016).
"Kami sangat mengharapkan yang bersangkutan untuk kooperatif, segeralah menyerahkan diri supaya langkah hukum berikutnya bisa kita lakukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (1/4/2016).
Penetapan Ariesman sebagai tersangka didasarkan pada keterangan dari dua tersangka lainnya, yakni Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi dan karyawan PT. Agung Podomoro Land bernama Trinanda Prihantoro.
Dalam kasus ini, Sanusi diduga menerima uang suap sebesar Rp1.140.000.000.
Dalam kasus ini, Sanusi diduga menerima uang suap sebesar Rp1.140.000.000.
Uang tersebut disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda. Uang tadi diberikan dalam dua tahap oleh seorang perantara berinisial GER.
Agus mengatakan KPK sampai saat ini masih mencari keberadaan Ariesman.
Sanusi, Trinanda, dan GER ditangkap pada Kamis (31/2/2016) malam.
Penyidik telah menyita uang tunai sebesar Rp1.140.000.000 yang diterima Sanusi.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan