Suara.com - Sedikitnya 10 ribu warga Islandia berunjuk rasa mendesak Perdana Menteri Sigmundur David Gunnlaugsson menyusul bocornya dokumen Panama Papers. Sigmundur disebut-sebut salah satu pemimpin negara yang melarikamn aset kekayaannya ke luar negeri untuk menghindari pajak.
Partai oposisi menyebut gerakan yang melibtakan lebioh dari 1o ribu warga Islandia di kawasan Reykjavik selama beberapa hari belakangan dianggap sebagai sebuah mosi tak percaya kepada Sigmundur. Beberapa demonstran membawa pisang sebagai simbol republik korup.
"Dia sudah kehilangan kredibilitasnya. Perdana Menteri kami menyembunyikan aset pribadinya di rekening luar negeri. Setelah semua yang dilalui negara ini, bagaiman mungkin dia bisa mencari jalan keluar soal krisis keuangan negara dengan cara itu. Dia harus berhenti, " kata Arntho Haldersson, pegawai konsultan keuangan.
"Dia telah berbohong. Dia bilang belajar dari krisis 2008 lalu, tapi ternyata dia menyembunyikan uang kami. Unjuk rasa ini jelas sebagai kkecewana rakyat kepadanya," tukas Tinna Laufey, seorang profesor sebuah universitas di Islandia.
Sebelumnya, dokumen firma hukum penyedia jasa pengelolaan keuangan asal Panama Mossack Fonseca bocor ke publik. Dokumen ini menyeret sejumlah nama kepala negara, politisi, dan tokoh dunia. Yang mengejutkan, putra Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, ikut tercantum dalam dokumen yang dikenal dengan sebutan "The Panama Papers" tersebut.
Sebagai informasi, Mossack Fonseca adalah firma hukum terbesar keempat dunia yang bisa membantu orang-orang berkantong tebal untuk menyembunyikan hartanya di luar negeri. Mossack Fonseca bisa mengalirkan dana pengguna jasanya ke perusahaan-perusahaan offshore, yakni perusahaan-perusahaan berbadan hukum yang berada di wilayah yurisdiksi di wilayah Tax Haven “Surga Pajak”.
Negara Surga Pajak sendiri merupakan negara yang memberlakukan pajak amat kecil, bahkan tak jarang tidak memberlakukan pajak sama sekali. Beberapa negara yang termasuk Surga Pajak adalah Swiss, British Virgin Islands, dan Siprus. (The Guardian)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral