Suara.com - Presiden baru Myanmar Htin Kyaw membebaskan 83 tahanan yang ditahan untuk kejahatan politik. Pembebasan ini hanya beberapa minggu setelah pemerintah 'sipil' terbentuk.
Presiden Htin Kyaw mengatakan pengampunan itu dalam rangka rekonsiliasi nasional. Ini juga sebagai perayaan terbentuknya pemerintahan baru yang demokratis.
"Sejauh yang saya tahu mereka yang dibebaskan adalah tahanan politik," kata seorang pejabat senior penjara departemen yang tidak ingin disebut namanya kepada Reuters, Minggu (17/4/2016).
Di antara mereka yang dibebaskan adalah empat wartawan dan seorang eksekutif dari koran Unity Journal. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa pada tahun 2014. Sebab dia memberitakan pabrik senjata kimia Myanmar.
Rabu (30/3/2016) lalu Myanmar resmi mempunyai presiden baru, Htin Kyaw. Di bawah kepemimpinannya, Htin Kyaw menjamin pemerintahan Myanmar tidak akan dibayangi kepentingan militer.
Dalam pidatonya, Htin Kyaw mengaku selama 50 tahun terakhir, Myanmar baru bebas dari kekuasaan militer. Ini karena partai pimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang pemilu di sana.
Htin Kyaw sendiri adalah teman dekat Suu Kyi. Dalam pengangkatan sumpah resmi, Htin Kyaw mengatakan pentingnya mengubah 2.008 charter. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah