Suara.com - Ritual pengakuan dosa, oleh umat Katholik biasanya dilakukan secara pribadi, dalam pembicaraan empat mata bersama pastor di ruangan tertutup. Namun, ada yang berbeda di Lapangan St Peter, Vatikan, hari Sabtu (24/4/2016), karena Paus Fransiskus dan beberapa pastor membuka pengakuan dosa di ruangan terbuka dekat lokasi ikonik yang disebut Colonnade of Bernini.
Lansiran Dailymail, ada 16 remaja Katholik yang mengikuti ritual tersebut di lapangan tersebut. Para remaja duduk di kursi sambil mengakui dosa mereka kepada Sri Paus yang duduk di samping mereka.
Ini merupakan kejutan yang dilakukan sang Bapak Suci asal Argentina tersebut, bertepatan dengan hari muda-mudi Tahun Suci di Vatikan. Para remaja tampak santai dalam ritual tersebut. Sri Paus juga tampak ramah dan tak segan menjabat tangan para remaja dengan hangat. Paus Fransiskus menghabiskan waktu sekitar satu jam di tempat tersebut.
Ada dua tema yang diusung Sri Paus dalam Tahun Suci kali ini, yakni pengampunan dan rekonsiliasi.
Lebih dari 150 pastor berkumpul di lapangan tersebut untuk menerima remaja dan mendengarkan pengakuan dosa mereka dari pukul 11.30 pagi hingga pukul 12.45 siang. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diperkirakan bakal dihadiri sekitar 70.000 remaja dari Italia dan seluruh dunia.
Acara ini dimulai sejak Jumat (22/4/2016), dengan ziarah ke Pintu Suci Vatikan. Kemudian, pada Sabtu sore, para muda-mudi berkunjung ke Stadion Olympic Roma untuk mendengarkan pesan video dari Sri Paus. Pada hari terakhir, yakni pada Minggu, mereka kembali berkumpul di lapangan St Peter untuk mengkuti misa yang dimpimpin Bapak Suci. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Warisan Hijau Paus Fransiskus: Vatikan Buka Sekolah Pertanian Berkelanjutan Pertama
-
Dua Klub San Lorenzo: Kesamaan Mengejutkan Paus Leo XIV dan Fransiskus
-
Paus Leo XIV: Antara AS Roma, Alianza Lima dan Timnas Peru
-
Momen Paus Leo XIV Sapa Umat Pertama Kali dan Isi Pidato Pasca Pelantikan
-
Klub Peru Ini Konon Didukung Paus Leo XIV: Ikuti Jejak Paus Fransiskus
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal