Suara.com - Kecelakaan lalu lintas menimpa lima warga negara Indonesia di highway I-10, antara Mississippi dan Louisiana, Hancock County, Mississippi (sekitar 800 kilometer dari Houston).
Konsul Jenderal RI Houston, Henk Soriansong, melaporkan lima WNI berada dalam satu kendaraan. Tiga orang di antaranya kemudian meninggal dunia dan lainnya luka parah.
Menurut informasi yang diterima Suara.com dari Tim Perlindungan WNI KJRI Houston, jenazah dua WNI saat ini berada di Edmund Fahey Funeral Home, Bay St. Louis, Mississippi, dan jenazah satu WNI lagi berada di New Orleans Coroner Office.
Sementara dua WNI korban luka serius ditangani di dua rumah sakit yang berbeda yaitu di Memorial Hospital at Gulfport, Missisipi, dan di University Medical Center, New Orleans.
Segera setelah menerima berita tersebut, Tim Perlindungan WNI KJRI Houston menuju ke lokasi St .Bay Louis dan New Orleans.
KJRI terus melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat dan keluarga-keluarga korban, baik secara langsung maupun dengan bantuan rekan-rekan dan relasi korban yang berada di AS.
KJRI akan terus memantau dan memberikan penanganan yang diperlukan bagi kelima korban.
Berita Terkait
-
Taylor Swift Bantu Donasi Rp800 Juta Untuk Ibu Penyelamat Remaja di Jalan Tol
-
KAI Genjot Perbaikan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Prioritas Rampung Dibenahi
-
Lagi-lagi Taksi Green SM Tertemper KRL, Kali Ini Ringsek di Stasiun Karet
-
Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota Dekat GT Senayan, Dua Orang Luka
-
Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar