- Keluarga korban kecelakaan maut mendatangi Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat untuk menuntut tanggung jawab pemerintah.
- Pelajar MAN 6 tewas terlindas truk setelah motornya tergelincir akibat jalanan licin limbah pasar Kramatjati.
- Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen menata kawasan pasar dan menyiapkan opsi relokasi bersama perangkat daerah terkait.
Suara.com - Keluarga Hammamshidqi Hammammuthi (17), pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 yang tewas dalam kecelakaan di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, mendatangi Balai Kota, Jumat (21/8/2026), untuk menuntut tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Eri Yusnovi, ayah korban, bersama tim kuasa hukum menyerahkan surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar serius membenahi kawasan pasar tumpah di depan Pasar Induk Kramat Jati.
Hammamshidqi meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) setelah tergelincir saat mengendarai sepeda motor menuju sekolah akibat kondisi jalan di depan area Pasar Kramatjati yang licin.
Korban yang terjatuh kemudian dilindas truk pengangkut sampah hingga meregang nyawa di lokasi.
Kuasa hukum keluarga, Odie Hudiyanto, menegaskan bahwa peristiwa yang merenggut nyawa Hammamshidqi bukan kecelakaan murni.
"Kami meminta tanggung jawab atas kematian warga karena pembiaran terhadap fungsi jalan," kata Odie.
Odie menyampaikan keluarga tidak berniat meminta uang karena santunan sudah diterima melalui Jasa Raharja dan kemungkinan dari Baznas (Bazis).
"Kami hanya minta tanggung jawab. Jadi kalau ditanya bentuknya, tentu saja materi dan immateri. Silakan Pemprov DKI Jakarta memahami seberapa yang pantas untuk korban, karena nyawa tentu saja nggak akan ada nilainya," tuturnya.
Di mata keluarga, Pemprov DKI maupun Pemkot Jakarta Timur belum menunjukkan tindakan tegas di lapangan hingga saat ini.
Baca Juga: Rusun di Jakarta Bakal Terintegrasi dengan Sekolah, Pasar, hingga Halte Transportasi
"Jalan masih licin, masih ada yang jatuh walaupun nggak sampai seperti anak saya," beber Eri.
Eri turut menyoroti langkah Satpol PP yang dinilainya belum menyentuh akar masalah.
"Yang dilakukan oleh Satpol PP hanya mundurin lapak pedagang, dan arahan jangan buang limbah di jalan. Bagi saya, intinya bukan di situ. Kondisi jalan yang licin. Seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan," lanjut dia.
Eri berharap penataan kawasan tidak ditunda hingga menimbulkan korban berikutnya.
"Harus segera gitu, masak harus ada korban lagi?," sorotnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam rapat koordinasi relokasi pasar ikan menjelaskan bahwa jalan licin disebabkan ceceran limbah air dari aktivitas penjualan bahan basah seperti ikan dan kerang.
Munjirin menegaskan, penjagaan sementara di lokasi tetap harus dijalankan melalui perangkat daerah yang ada.
"Penjagaan sementara tetap harus dijalankan lewat perangkat daerah yang ada," kata dia.
Munjirin berkomitmen menata kawasan tersebut dengan memetakan dan mempersiapkan opsi agar pedagang tetap dapat beraktivitas sesuai peraturan yang berlaku. Upaya tersebut akan dibahas bersama RT/RW, Perumda Pasar Jaya, Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.
Tag
Berita Terkait
-
Rusun di Jakarta Bakal Terintegrasi dengan Sekolah, Pasar, hingga Halte Transportasi
-
Disorot Jadi Biang Polusi Jakarta, Banten Siapkan Langkah Tekan Emisi PLTU Suralaya
-
45,29 Persen Warga Jakarta Terjepit Cari Rumah, Pemprov DKI Ajukan Ranperda Rusun Baru
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Berawal dari Janji Manis Investasi
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah
-
Ruang Pimpinan Unsoed di Lantai 3 Disegel KPK, Usai Rektor dan Wakilnya Kena OTT!
-
Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya
-
Rumah Murah yang Dijual Danantara Bukan Sengketa
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Duduk Perkara Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan Hingga Terancam Dipenjara
-
The Island of the Blue Dolphins: 18 Tahun Sendirian di Pulau Terpencil?
-
Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026