Ilustrasi penjara (Shutterstock).
Wakil Ketua Komisi III Desmon J. Mahesa menilai institusi peradilan di Indonesia kotor. Antara lain terbukti dengan penangkapan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu berinisial JP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kemarin.
"Ini mengindikasikan bahwa dunia peradilan kita ini telah kotor," kata Desmon di DPR, Selasa (24/6/2016).
Itu sebabnya, anggota Fraksi Gerindra mengusulkan dilakukan reformasi total di tubuh Mahkamah Agung serta pengetatan dalam usulan revisi jabatan hakim.
"Salah satunya usai pensiun, agar hakim agung tidak kayak kartel sekarang," kata dia.
Rencananya, hakim JP akan dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan lanjutan setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan.
JP dibekuk petugas KPK di rumah dinas Ketua PN Kepahiang kemarin pukul 15.30.
Namun, sampai siang ini, KPK belum mengumumkan soal kasus yang menjerat hakim JP.
Rencana, keterangan lengkap soal kasusnya akan diumumkan hari ini.
"Ini mengindikasikan bahwa dunia peradilan kita ini telah kotor," kata Desmon di DPR, Selasa (24/6/2016).
Itu sebabnya, anggota Fraksi Gerindra mengusulkan dilakukan reformasi total di tubuh Mahkamah Agung serta pengetatan dalam usulan revisi jabatan hakim.
"Salah satunya usai pensiun, agar hakim agung tidak kayak kartel sekarang," kata dia.
Rencananya, hakim JP akan dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan lanjutan setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan.
JP dibekuk petugas KPK di rumah dinas Ketua PN Kepahiang kemarin pukul 15.30.
Namun, sampai siang ini, KPK belum mengumumkan soal kasus yang menjerat hakim JP.
Rencana, keterangan lengkap soal kasusnya akan diumumkan hari ini.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura