Suara.com - Politisi Nasdem yang juga anggota Komisi Kesehatan DPR, Irma Suryani Chaniago menyindir Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek yang hanya mengurus ruumah sakit pemerintah. Sebab saat ini tengah marak pemalsuan vaksin untuk balita di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Dia mendorong agar Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan tingkatkan pengawasan peredaran obat-obatan. Irma mengingatkan bahwa tugas kedua lembaga tersebut adalah untuk menjaga kesehatan masyarakat secara umum.
"Tugas Kemenkes dan BPOM kan bukan cuma urus Rumah Sakit Pemerintah, tapi kesehatan masyarakat secara menyeluruh," kata Irma saat berbincang dengan Suara.com lewat ponselnya, Jumat (24/6/2016).
Menurutnya, maraknya obat-obatan palsu sangat erat kaitannya dengan minimnya anggaran yang diterima Badan Pengawas Obat dan Makanan. Terlebih-lebih, dalam RAPBN-P 2016 Menteri Keuangan melakukan pemangkasan anggaran BPOM.
"Itu makanya saya bilang, Menkeu tidak bijak ketika memotong anggaran pukul rata, anggaran BPOM yang sangat kecil dengan tugas besar dan penting, malah dipotong," tutur Irma.
Selain itu, menurut Irma, maraknya obat-obatan palsu tidak terlepas dari harga obat di Indonesia yang kian mahal. Katanya, kondisi ini yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Mahalnya harga obat juga jadi pemicu maraknya obat palsu atau kadaluarsa," tutur Irma.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI
-
Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!
-
Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan
-
AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD