Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. (suara.com/Dian Rosmala)
Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah Menteri ke Istana, Jakarta, Rabu (13/7/2016). Sejumlah Menteri yang dipanggil itu adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengaku dipanggil Jokowi terkait masalah lahan pertanian bagi masyarakat.
"Membahas masalah pertanian, ketersediaan lahan untuk kesejahteraan masyarakat di samping untuk mengurangi impor gula, jagung dan sapi," kata Siti kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan.
Menurut dia, Pemerintah ingin mempercepat swasembada pangan dalam negeri, namun perlu ketersediaan lahan untuk masyarakat.
"Kami mau swasembada dipenuhi dalam negeri, tapi lahannya jadi persoalan. Kita sudah siapin lahannya untuk rakyat dan sudah ada skemanya dengan janji Bapa presiden untuk memakmurkan rakyat," ujar dia.
Siti mengaku pembicaraannya dengan Jokowi hanya soal itu, dia membantah ada pembahasan terkait perombakan kabinet atau reshuffle.
"nggak ada," tutur dia.
Menteri Ferry menambahkan, dirinya juga dipanggil Jokowi membicarakan masalah ketersediaan lahan pertanian untuk masyarakat.
"Bahas lahan (untuk swasembada) beras, jagung, sapi. Difasilitasi roadmapnya, terus ketersedian lahannya, akan rapat lagi dalam waktu dua minggu untuk realisasi roadmap itu," kada Ferry.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara