Suara.com - Pemerintah Turki disebut akan membubarkan satuan pasukan pengawal presiden - yang fungsinya sama seperti paspampres di Indonesia - setelah hampir 300 anggota pasukan elit itu ditangkap karena diduga terlibat dalam kudeta pada pekan lalu.
Perdana Menteri Binali Yildiri, dalam sebuah wawancara dengan sebuah saluran televisi lokal, mengatakan bahwa Turki tak butuh pasukan pengawal presiden.
"Tidak akan ada lagi pasukan pengawal presiden, kami tidak membutuhkan mereka, tak ada gunanya," kata Yildirim kepada saluran televisi A Haber.
Pasukan pengawal presiden Turki terdiri dari 2.500 anggota dan sebanyak 283 orang telah ditahan karena diduga terlibat dalam kudeta militer yang berhasil dipatahkan pada 15 Juli lalu.
Sejauh ini Turkey sendiri telah menahan lebih dari 7.400 tentara yang diduga terlibat dalam kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pada Sabtu (23/6/2016), sebanyak 1.600 anggota militer Turki itu telah dibebaskan. (BBC/AFP)
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
-
Turki Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026 usai Kalah dari 10 Pemain Paraguay
-
5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan