Suara.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, hari ini Kamis (11/8/2016) bakal memberikan teguran secara tertulis kepada pengendara yang melanggar aturan sistem ganjil genap.
"Hari ini kita sudah melaksanakan Represif non yusticial (teguran secara tertulis )," kata Kepala Sub Direktorat Bidang Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Budiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (11/8/2016).
Menurutnya ada penurunan jumlah pelanggar yang diberikan teguran secara lisan penerapan ujo coba ganjil genap sejak tanggal 27 Juli hingga 10 Agustus 2016.
Dari data Ditlantas Polda Metro Jaya tercatat penurunan pelanggar sebanyak 849 kendaraan di hari kesebelasan uji coba kebijakan ganjil genap. Jumlah tersebut lebih kecil ketimbang di hari kesepuluh sebanyak 938 kendaraan yang melakukan pelanggaran.
Budiyanto menilai adanya penurunan sebanyak 9 persen jumlah pelanggar menunjukkan masyarakat Jakarta telah kooperatif mengikuti kebijakan pembatasan kendaraan di kawasan ganjil genap.
"Hal ini menunjukkan para pengguna jalan sudah mengetahui dan memahami peraturan ganjil genap," kata dia.
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang