Suara.com - Kereta Kencana Ki Jaga Raksa asal Purwakarta, Jawa Barat, yang pagi tadi membawa Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang berada di halaman depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016).
Menurut pengamatan Suara.com, sebagian warga mengantri untuk bisa foto di dekat kereta bersejarah milik Pemerintah Purwakarta.
Nama Ki Jaga Raksa artinya hati yang menjaga kehidupan manusia. Kereta ini selama ini sering diarak keliling Purwakarta pada waktu peringatan hari jadi kabupaten.
Pagi tadi, kereta ini jadi pusat perhatian. Kereta berangkat dari museum Monas, tempat penyimpanan benda pusaka.
Di atas kereta, Paskibraka terlihat membawa benda pusaka.
Kereta Kencana Ki Jaga Raksa dikawal pasukan berkuda. Pasukan marching band mengiringi perjalanan kereta sampai ke Istana Merdeka.
Perjalanannya menyerupai kirab budaya
Sesampai di Istana, Paskibraka menyerahkan Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi kepada Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
-
Hujan Deras Tak Padamkan Ingatan, Puluhan Massa Bertahan di Aksi Kamisan ke-894 di Depan Istana
-
Antara Sumpah 'Rela Mati' Prabowo dan Kepungan Sengkuni Modern
-
Saat Orasi Membakar Semangat, PKL Raup Cuan di Tengah Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP 2026
-
Momen Prabowo Sambut Langsung kunjungan Raja Abdullah II di Istana
-
Aksi Kamisan ke-885, Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Cak Imin: Bencana Bertubi-Tubi Bisa Picu Kemiskinan Baru
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Miris, Masih Ada Orang Tua Pilih Damai Kasus Kekerasan Seksual: DPR Soroti Dampaknya bagi Anak
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji