Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menanggapi banjir yang terjadi di pemukiman warga di sekitar bantaran Kali Krukut, Jalan Melati, RW 2, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Seorang warga bernama Dursen meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya yang diterjang banjir.
Djarot menilai banjir yang terjadi di pemukiman warga, Jumat (19/8/2016) lalu itu disebabkan banyaknya bangunan warga yang berdiri di bantaran kali. Saat terjadi hujan deras, kata Djarot, air hujan malah masuk ke pemukiman warga.
"Gimana nggak jebol, wong di atasnya ada rumah, bangunan, gitu kan," kata Djarot di acara Independence Day Republic of Indonesia yang diselenggarakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) di Museum Satria Mandala, Jakarta, Minggu (21/8/2016).
Diakui Djarot, pihaknya telah memgimbau agar warga yang tinggal di Jakarta tidak menempati bangunan di bibir sungai. Hal ini, menurut dia, untuk mengantisipasi jika adanya hujan deras.
"Kita sudah berkali-kali sampaikan kepada mereka. Garis sepadan sungai dilanggar, pastilah. Tapi ini tetap harus kita prioritaskan tanggul jebol ini," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Dursen meninggal dunia akibat banjir yang melanda pemukiman warga pada Jumat (19/8/2016) lalu di bantaran Kali Krukut, Jalan Melati, RW 2, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.
Korban diduga meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh akibat hujan deras. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa saat para warga tengah membersihkan kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
KPK Panggil Staf Ahli Menhub Dudy Purwagandhi di Kasus DJKA
-
Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi
-
Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Merah Putih: Hasan Nasbi hingga Kadir Karding Bakal Dilantik Sore Ini?
-
Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat
-
Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing
-
Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda
-
Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai
-
Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat
-
Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan